Gawat Darurat, Ini Nih Bahaya BPJS!

Inspirasi Irit1 Comment on Gawat Darurat, Ini Nih Bahaya BPJS!

Gawat Darurat, Ini Nih Bahaya BPJS!

Banyak berita beredar seputar bahaya BPJS. Beneran nggak sih? Atau itu sekedar berita bohong. Coba cek faktanya di sini. Keadaan bisa jadi sangat gawat darurat kalau kamu salah satu anggota BPJS. Tapi BPJS disini bukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, melainkan Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang mengancam kesehatan keuanganmu. Nah lho, secara nggak sadar jangan-jangan kita ini sudah masuk keanggotaan BPJS. Mari kita cek apa aja sih bahaya hidup dengan Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita yang bisa merugikan kamu.

Gawat Darurat, Ini Nih Bahaya BPJS
Gambar: Popmama

Konsumtif

Ada iPhone seri terbaru kudu punya. Ada smartwatch baru dirilis kudu beli. Teman liburan ke Korea, eh aku juga harus dong liburan ke Korea. Tiap hari harus jajan boba 2 kali sehari plus 1 gelas es kopi susu kekinian. Eh, ada diskon sepatu lari yang kemarin aku incer, wajib sikat nih. Padahal larinya aja paling cuma setahun dua kali. Ingat kadang kita suka susah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Apakah kita memang benar-benar butuh atau sekedar ingin beli saja sih. Hati-hati dengan godaan diskon dan promo yang merajalela tiada tara. Karena ya sekali lagi, jangan sampai kita beli-beli tapi ya ujung-ujungnya sekedar memuaskan ego pribadi. Waktunya merubah mindset, karena keinginan dan kebutuhan itu berbeda.

Koleksi Tumpukan Tagihan

Kebiasaan golongan kelas menengah yang suka membeli barang dengan cara mencicil. Apalagi dengan banyaknya fasilitas cicilan atau kredit lunak. Kalau jaman dulu opsinya hanya kartu kredit. Sekarang hampir semua e-commerce maupun e-wallet menyediakan fitur PayLater. Belum lagi menjamurnya startup peer-to-peer (P2P) lending yang menyediakan layanan kredit dengan sangat mudah. Ngeri-ngeri sedap melihatnya. Karena seringkali yang kita lihat hanya keuntungannya saja, tanpa memikirkan konsekuensi dibalik layanan tersebut. Nah, jangan sampai cuma gara-gara keasyikan belanja-belanja dengan cara kredit sana sini, tanpa sadar kita sudah menumpuk hutang.

Jadi Egois

Bukan cuma pedagang kaki lima yang sering dikejar-kejar Satpol PP, kamu pun bakal dikejar-kejar tapi sama orang-orang yang pernah kamu utangin. Gegara terlalu memaksakan lifestyle seringkali kita menganggap teman-teman dan keluarga kita sebagai ATM berjalan. Apalagi kalau pinjam ke mereka kan nggak perlu pakai jaminan apa-apa. Coba ingat-ingat siapa saja yang pernah kita pinjam uangnya, catat namanya dan berapa nominalnya. Plus kalau kita sudah berjanji mau mengembalikan sesuai waktu yang disepakati maka usahakan menepatinya. Jangan cuma ingat pas ngutangnya aja, eh pas waktunya bayar malah pura-pura amnesia. Masa nunggu ditagih, disindir pakai status Whatsapp baru kita ngeh dan mau bayar. Atau yang sudah-sudah malah lebih galak yang minjem duit daripada yang minjemin.

Dijauhi Teman

Tanpa disadari ternyata menjadi kaum BPJS mempengaruhi pola pikir atau mindset kita secara psikologis. Kita berperilaku egois dengan selalu memikirkan kesenangan pribadi. Kita lebih mementingkan apa yang kita mau saat ini, bersenang-senang dan foya-foya asal bisa terlihat keren. Yang penting hari ini bahagia, besok atau lusa harus bagaimana itu urusan belakangan. Kita mengabaikan kenyamanan orang-orang di sekitar kita. Juga mengabaikan kepentingan-kepentingan lain yang sebenarnya lebih mendesak, misalnya seharusnya kita membantu biaya kuliah adik tapi alih-alih membantu justru kita memilih menghabiskan uangnya untuk liburan. Atau meminjam uang orang lain padahal mungkin saja dia juga sedang membutuhkan uang tersebut untuk keperluan pribadinya.

Menghalalkan Segala Cara

Siapa sih yang nggak gerah sama orang yang dikit-dikit minjem uang tapi pas waktunya balikin berdalih dengan seribu satu alasan. Siapa yang nggak males nongkrong sama orang yang pas waktunya bayar selalu bilang, “bayar pakai duitmu dulu ya.” Kenyataannya bukan bayarin dulu tapi bayarin alias traktir aku dong. Satu dua kali mereka masih mau ngajakin kita nongkrong. Tapi lama-lama mereka akan mikir lagi untuk tetap bergaul sama kita. Bisa-bisa kita nggak akan pernah diajak main lagi. Ya daripada ujung-ujungnya jadi baper masalah duit. Belum lagi kalau kita as BPJS VIP member gengsinya kegedean, jadi suka nggak mau diajak makan di pinggir jalan. Kalau milih tongkrongan wajib kudu harus yang instagramable dan lagi nge-hits. Terus untuk urusan belanja baju, sepatu, tas kita nggak mau kalau bukan premium brand. Siap-siap saja kita akan berakhir masuk blacklist.

Hidup dengan cara Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ini cukup berat.Ya gimana nggak berat, kita pengennya banyak sementara dana yang dimiliki sebenarnya terbatas. Alhasil demi tetap terlihat eksis kita jadi menghalalkan segala cara deh. Entah itu berhutang, entah itu minta ke orangtua atau melakukan hal yang merugikan misalnya menipu pokoknya bodo amat kita cuma butuh satu yaitu eksistensi. Wah jangan sampai deh kejadian yang seperti ini. Kita harus tetap bisa berpikir dan bertindak rasional.

Memang paling susah menurunkan gaya hidup yang udah terlanjur tinggi. Padahal penghasilan nggak cukup buat ngebiayainnya tapi kita nggak sadar diri. Belajarlah buat menyesuaikan, bukan memaksakan. Mending hidup bahagia minim biaya, ketimbang biar susah yang penting gaya. Faktanya BPJS alias Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ini memang berbahaya dan patut diharamkan.

One thought on “Gawat Darurat, Ini Nih Bahaya BPJS!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
WhatsApp chat
Irit Club
%d bloggers like this: